Rumah Ibu Resti - Semarang

Rumah Ibu Resti yang berdiri di atas lahan seluas 207 m2 berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Rumah satu lantai dengan luas bangunan kurang lebih 115,43 m2 ini memiliki beberapa kebutuhan ruang diantaranya ruang tamu, ruang keluarga, dua kamar tidur, ruang makan, dapur, kamar tidur ART, dua kamar mandi, ruang wudhu, dan mushola dibagian belakang rumah. Pada desain rumah ini Ibu Resti menginginkan layout denah yang sedikit berbeda dengan denah pada umumnya yakni menempatkan entrance langsung ruang tamu tanpa pintu secara terpisah dari bangunan utama. 

Supaya tampilan ruang terpisah ini terlihat lebih menarik dan artistik kami menggunakan dua roster beton dengan motif dan pemasangan yang berbeda antara sisi depan dengan sisi samping. Selain sebagai estetika bangunan, roster ini memberikan fungsi lain untuk sirkulasi udara dan pencahayaan yang optimal. Kemudian untuk entrance masuk ke bangunan utama bukan terletak di bagian depan bangunan melainkan di bagian samping bangunan, sehingga tampilan fasad bangunan lebih berfokus pada bentuk dan aksennya.  

Konsep yang kami gunakan untuk fasad rumah Ibu Resti adalah modern minimalis. Salah satu style yang saat ini digemari banyak kalangan karena desainnya yang simple, sederhana namun terkesan mewah. Pintu dan jendela didesain lebar agar cahaya matahari dapat masuk secara optimal. Karena stylenya yang modern minimalis, fasad kami tonjolkan dengan dibuatnya dinding depan lebih tinggi dari dinding lainnya sampai menutupi atap dibelakangnya sehingga bentuknya terlihat lebih tinggi, lurus dan rapi. Selain itu, penebalan dinding juga kami permainkan untuk menciptakan variasi bentuk pada desain. Warna putih yang mendominasi bangunan ini menimbulkan kesan bersih dan elegan. Dikombinasikan dengan conwood sebagai aksen yang memberikan kesan alami dan hangat sehingga tampilan fasad tidak terlihat monoton.

Dibelakang ruang tamu ini terdapat lorong penghubung ke mushola di area belakang rumah yang dilengkapi taman sebagai penyejuk. Perpaduan material batu alam andesit dan balok-balok kayu yang digunakan pada dinding lorong ini menjadikannya lebih hidup dan alami. Lorong penghubung ini  menggunakan atap berbahan kaca laminated dan kisi-kisi kayu agar cahaya matahari dapat menembus masuk dan menerangi lorong tersebut. Begitu pun dengan taman belakang juga menggunakan atap yang serupa.



Arsigriya © 2019. Web by . All Rights Reserved