Rumah Ibu Charda Martha - Prabumulih

Rumah Ibu Chardamartha - Prabumulih, Sumatera Selatan

Pada kesempatan kali ini kami mendapat kepercayaan untuk mendesain rumah tinggal milik Ibu Chardamartha yang berlokasi di Prabumulih, Sumatera Selatan. Lokasi tapak pada proyek ini berada di dalam komplek perumahan dengan luas lahan 90m2 dan bertipe hook sehingga memiliki 2 arah hadap bangunan. Desain bangunan kali ini mengadopsi konsep industrial tropis dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam bangunan baik dari penataan ruang, penempatan bukaan, bentuk bangunan maupun pemilihan material yang akan digunakan.

Rumah ini memiliki 2 lantai dan rooftop. Rumah ini terdiri dari sejumlah ruang-ruang yang sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan sang klien, lantai 1 bersifat semi publik yang dapat digunakan sang klien berserta rekan untuk melakukan kegiatan, maka dengan kebutuhan tersebut kami menerapkan konsep openplan agar ruangan menjadi luas untuk menunjang kegiatan-kegiatan tersebut, ruang tersebut diapit oleh taman outdoor dan taman indoor, taman indoor bersifat taman kering dan diatasnya terdapat void yang menembus sampai dengan lantai rooftop yang difungsikan untuk memasukan cahaya alami serta untuk mengeluarkan udara panas. ruang-ruang pada lantai 1 terdiri dari : carport, teras, ruang tamu, studio bunga, dapur bersih, kamar mandi, dan taman indoor. lantai 2 ini bersifat privat yang hanya bisa diakses oleh pemilik rumah, ruang-ruang tersebut meliputi : kamar tidur utama, kamar mandi utama, ruang keluarga dan ruang studio. Fungsi rooftop sebagai tempat tandon air dan ruang santai yang digunakan oleh pemilik rumah.

Ciri khas dari konsep industrial tropis yaitu dengan penggunaan material yang terekspose dan unfinish namun tetap rapi dalam memadupadankan penggunaan material tersebut, contoh penerapan pada bangunan ini yaitu penggunaan material roster GRC pada lantai 2 yang penataanya mengikuti bentuk atap, adanya material bata tempel yang diaplikasikan untuk menyelimuti dinding lantai 1, kemudian dinding dengan finishing acian serta penggunaan material plat besi sebagai topi-topi jendela.

Konsep tropis diterapkan untuk merespon iklim serta kondisi pada daerah tersebut. Elevasi lantai 1 ditinggikan 1 meter untuk meminimalisir air masuk kedalam bangunan ketika banjir. penerapan konsep tropis meliputi adanya bukaan-bukaan lebar yang ditempatkan disamping dan depan bangunan serta adanya skylight pada area taman indoor sehingga memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami.

Pada eksterior terdapat element vegetasi berupa tanaman lee kwan yew sebagai tirai alami untuk mereduksi masuknya udara panas ke dalam bangunan. Atap bangunan menggunakan atap pelana dengan kemiringan 40 derajat untuk mendapatkan tampilan fasad yang tropis, selain itu atap pelana memudahkan aliran air hujan yang kemudian dialirkan melalui talang beton.

Pagar rumah didesain cenderung masif karena pertimbangan dari kondisi eksisting yang rawan terhadap banjir kemudian agar tidak terlalu masif diaplikasikan material besi perforasi dengan permainan “sobekan” pada pagar tersebut agar tidak terlalu monoton.

Arsigriya © 2022. Web by . All Rights Reserved