Rumah Bapak Toni - Bandung Barat

Membangun rumah tinggal pada tanah berkontur merupakan suatu tantangan tersendiri. Pada project rumah tinggal milik Bapak Toni ini, kondisi site berkontur dengan elevasi yang cukup signifikan yaitu sekitar 50 cm - 100 cm dengan konsisi jalan  utama lebih tinggi dari site. Melihat eksisting site yang ada, maka diterapkan sistem “cut and fill” untuk menyamakan elevasi tanah agar ketinggian tanah antar ruang di dalam rumah tidak terlalu berbeda.

Lahan seluas +/- 420 m2 dan luas bangunan +/- 464 m2 dilengkapi dengan berbagai ruang fungsional layaknya rumah tinggal 2 lantai pada umumnya seperti Ruang Tamu, Ruang Keluarga, Ruang Makan, Kamar Tidur Anak, Kamar Tidur Utama, Kamar Tamu, Mushola, Dapur yang terdiri Dapur Bersih dan Dapur Kotor, KM/WC, Garasi dan Carport, serta dilengkapi dengan Kamar Tidur PRT.

Selain ruang-ruang di dalam rumah, Bapak Toni menginginkan adanya taman, baik di depan, di belakang, maupun di dalam rumah. Khusus untuk taman belakang, Bapak Toni menghendaki agar view ke taman belakang dapat dinikmati dari ruang makan, sehingga pada ruang makan menuju ke taman belakang diusahakan minim sekat dinding massive, hanya menggunakan pintu kaca dan jendela sliding yang full kaca agar view tidak terhalang.

Pada awal pengajuan layout denah ruang, kami menempatkan dapur kotor-dapur bersih-ruang makan pada satu area yang berdekatan dengan tujuan untuk memudahkan pemilik rumah mengkases ruang-ruang tersebut. Akan tetapi Bapak Toni memiliki pemikiran yang berbeda, beliau menginginkan letak dapur kotor yang berjauhan dengan dapur bersih dan ruang makan dengan tujuan agar asap serta bau yang dihasilakan dari dapur kotor tidak bercampur di ruang makan maupun ruang lainnya. Sehingga letak dapur kotor kami pindah ke sisi belakang lalu ditambahkan beberapa bukaan seperti jendela agar sirkulasi udara di dalam dapur tetap terjaga.

Konsep desain fasad rumah yang dipilih oleh Bapak Toni adalah modern tropis yang minim dengan permainan bentuk, akan tetapi tetap memadukan unsur batu alam dan kayu untuk menunjang estetika fasad rumah. Selain itu, ukuran jendela yang cukup besar pada sisi depan dan belakang rumah sesuai dengan konsep tropis yang diangkat meskipun beberapa ruangan tetap menggunakan AC untuk menunjang penghawaan.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses desain rumah tinggal 2 lantai milik Bapak Toni mulai dari pembuatan denah, gambar 3D, sampai proses pembuatan gambar kerja kurang lebih sekitar 2,5 bulan.



Arsigriya © 2021. Web by . All Rights Reserved