Material Penutup Atap

Diposkan: 22 May 2019 Dibaca: 618 kali


Atap merupakan mahkota dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup dari seluruh ruangan yang ada dibawahnya sehingga dapat melindungi penghuninya dari panas terik matahari, guyuran air hujan, tiupan angin, debu, dan binatang buas. Dalam pemilihan atap haruslah disesuaikan dengan bangunan yang ada dibawahnya, iklim setempat, tampak atap yang dikehendaki, serta biaya dan bahan yang tersedia. Setiap jenis material penutup atap pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat ini terdapat beberapa material penutup atap yang banyak digunakan diantaranya sebagai berikut.

  1. Atap Genteng.
  1. Genteng Tanah Liat Tradisional.

Source: https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-genteng-tanah-liat

Genteng yang sangat familiar dan banyak digunakan ini terbuat dari tanah liat yang dipress kemudian dibakar dengan suhu tinggi. Proses pembuatannya yang tradisional membuat genteng ini memiliki kekuatan, kerapihan, dan kepresisian yang cukup, serta harganya relatif murah. Namun, genteng ini rawan bocor jika retak dan bergeser sedikit saja. Mudah berlumut dan berjamur serta warnanya cepat pudar seiring berjalannya waktu.

  1. Genteng Keramik.

Source : https://selera.id/pilih-mana-genteng-metal-vs-genteng-keramik/

Terbuat dari bahan keramik yang bahan dasarnya tanah liat. Yang membedakannya dengan genteng tradisional adalah proses pembuatannya telah dipabrikasi dengan melalui proses finishing glazur sehingga permukaannya licin dan mengkilap. Kelebihannya dapat memantulkan panas sehingga ruang dibawahnya menjadi sejuk dan lebih kedap air. Terdapat banyak ragam warna, ukuran, dan bentuk. Tidak heran, harganya pun jauh lebih mahal daripada genteng tradisional.

  1. Genteng Beton.

Source : https://saktidesain.com/news/kelebihan-genteng-beton/

Dibuat menggunakan campuran semen PC dan pasir kasar, kemudian diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan kedap air. Genteng ini mempunyai dua tipe yaitu genteng beton gelombang dan genteng beton flat. Memiliki warna yang bervariasi dan tersedia ukuran dalam bentuk yang besar. Tetapi genteng ini tidak dapat memantulkan panas serta memiliki bobot yang cukup berat sehingga memerlukan penopang yang kuat.

  1. Genteng Metal.

Source : https://www.bukalapak.com/p/industrial/industrial-lainnya/k8m9yf-jual-rangka-baja-ringan-atap-genteng-metal-pasir

Terbuat dari baja lapis ringan (zincalume steel) yang merupakan campuran seng, alumunium, silikon yang diberi lapisan galvanis. Berbentuk lembaran bergelombang dan beratnya lebih ringan dibandingkan genteng keramik atau beton. Pemasangannya sangat praktis, bersifat anti pecah, anti terhadap karat, anti bocor, tahan api dan angin. Namun, genteng ini memiliki daya serap terhadap matahari yang tinggi sehingga ruangan menjadi panas. Ada dua jenis genteng metal yaitu genteng metal polos dan genteng metal berpasir.

  1. Genteng Aspal.

Source : https://www.99.co/blog/indonesia/genteng-aspal/

Biasa disebut atap bitumen. Jenis atap ini tidak sepenuhnya terbuat dari aspal melainkan juga dicampur dengan bahan lainnya seperti bubuk kertas, serat organik, resin, dan campuran lainnya. Penggunaan aspal dipilih sebagai anti air (waterproof) sehingga resiko terjadinya kebocoran mungkin tidak ada sama sekali. Memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan genteng tradisional, keramik, maupun beton sehingga memudahkan dalam pemasangan. Salah satu sifat yang menonjol adalah teksturnya yang lentur sehingga tidak pecah ketika terinjak. Sayangnya genteng aspal terkenal dengan harganya yang mahal.

  1. Atap Sirap.

Source : https://www.jualo.com/perlengkapan-industri/iklan-atap-sirap-ulin_2

Atap sirap dibuat dengan memotong kayu tipis-tipis hingga membentuk lembaran. Metode pemasangannya disusun atau ditumpuk beberapa lapisan. Kayu ulin umumnya digunakan untuk membuat atap sirap karena kuat dan tahan cuaca hingga 25 tahun. Atap sirap merupakan isolasi panas yang baik sehingga membuat rumah terasa lebih sejuk.

  1. Atap Seng.

Source : https://panellantaiaac.com/mengenal-berbagai-profil-dan-bahan-atap-baja/

Seng dihasilkan melalui proses pengolahan logam tipis yang kemudian dicetak dalam bentuk gelombang. Atap seng diproduksi dalam bentuk lembaran tipis dan ringan, sehingga dalam proses pemasangan lebih mudah. Harganya lebih murah dibandingkan jenis atap lainnya dan mudah didapatkan. Umumnya, atap seng lebih banyak digunakan pada bangunan-bangunan industri daripada rumah karena seng sangat mudah berkarat, menyerap panas yang akan membuat rumah terasa panas, dan menimbulkan suara berisik ketika hujan.

  1. Atap Asbes.

Source : https://galvalumart.com/news/mengenal-asbes-beserta-bahayanya

Terbuat dari campuran semen dan bahan serat yang dipadatkan. Berbentuk lembaran tipis bergelombang yang memiliki ukuran dan ketebalan yang beragam. Karena berbentuk lembaran panjang yang tipis, atap asbes sangat rapuh dan mudah sobek. Meski murah dan mudah dipasang, asbes menyerap panas sehingga membuat ruangan dibawahnya panas, namun tidak sepanas atap seng.

  1. Atap Polycarbonate.

Source : http://www.bengkellastangsel.com/2018/03/harga-kanopi-atap-polycarbonate-per.html

Atap jenis ini biasanya digunakan untuk pergola, teras, kanopi, ruang jemur dan sebagainya. Memiliki bentuk berupa lembaran besar yang dapat dipasang tanpa sambungan sehingga dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, tetapi harganya memang lebih mahal daripada atap lainnya. Terdapat dua tipe atap polycarbonate yaitu tipe solid (tidak tembus cahaya) dan tipe semitransparan (tembus cahaya).


Tags

Artikel Terkait

Kelebihan dan Kekurangan Baja sebagai Struktur Utama

Kelebihan dan Kekurangan Baja sebagai Struktur Utama

Baja merupakan paduan logam dengan besi (Fe) sebagai unsur dasar dan karbon ( C ) sebagai unsur paduan utamanya. Material baja lebih unggul dari segi kekuatan, kekakuan serta daktilitasnya. Sehingga snagat tidak heran apabila di setiap proyek-proyek besar seperti jembatan atau gedung bertingkat ting [...]

Diposkan: 07 May 2019 Dibaca: 329 kali

Material Pelapis Lantai

Material Pelapis Lantai

Hunian dengan lantai yang bersih, indah, dan sedap dipandang mata tentunya menjadi suatu kenyamanan tersendiri bagi penghuni rumah. Dengan memilih material pelapis lantai yang tepat, maka ruangan pun akan semakin terlihat cantik dan menarik. Namun, perlu dipehatikan pula dalam hal pemilihan jenis la [...]

Diposkan: 03 May 2019 Dibaca: 411 kali

Lighting Pada Bangunan

Lighting Pada Bangunan

Didalam arsitektur, pencahayaan memiliki peranan penting yang perlu di perhatikan dalam perancangan interior maupun eksterior pada bangunan. Lighting pada bangunan selain berfungsi sebagai penerangan juga dapat menjadi aksesories untuk memberi nilai estetika pada ruang maupun fasad bangunan. Secar [...]

Diposkan: 22 Apr 2019 Dibaca: 338 kali

Kolam Renang Dalam Rumah

Kolam Renang Dalam Rumah

Memiliki kolam renang merupakan impian sebagian orang, terlebih lagi jika memiliki hobi berenang. Selain karena hobi, berenang juga dapat menjadi sarana rileksasi sebagian orang ketika sedang stress dengan pekerjaan ataupun aktifitas di luar rumah. [...]

Diposkan: 08 Apr 2019 Dibaca: 337 kali

Mendesain Rumah Tradisional Jawa  Agar Tetap Tak Ketinggalan Zaman

Mendesain Rumah Tradisional Jawa Agar Tetap Tak Ketinggalan Zaman

Setiap orang pasti memiliki desain rumah impian. Dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi dan makin banyak informasi yang didapat dari dunia luar, berpengaruh pula terhadap selera seseorang akan konsep “rumah impian” yang lebih terkesan modern dan minimalis, akan tetapi masih ada pula seb [...]

Diposkan: 18 Feb 2019 Dibaca: 680 kali

Membuat Ruang Terkesan Lebih Luas

Membuat Ruang Terkesan Lebih Luas

Rumah anda berada di lahan kecil? Anda merasa ruangan rumah terlalu penat? Coba baa artikel berikut, bisa menjadi solusi untuk rumah anda... [...]

Diposkan: 14 Jan 2017 Dibaca: 645 kali

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Arsigriya © 2019. Web by . All Rights Reserved