Rumah Bapak Doni - Salatiga

Memiliki lahan yang cukup luas menjadikan Bapak Doni berkeinginan untuk membuat sebuah desain rumah tinggal yang dilengkapi dengan penataan landscape untuk menunjang estetika dan kenyamanan. Luas tanah yang Bapak Doni miliki sekitar 630 m2 (18 x 35 meter).

Konsep utama yang diangkat pada desain rumah Bapak Doni ini adalah modern-tradisional. Dengan luasan tanah yang ada, maka disarankan agar bangunan dibuat menjadi beberapa massa sesuai dengan fungsi ruang berdasarkan kegiatan tiap user. Setelah mengklasifikasikan kebutuhan ruang yang ada, maka didapat kesimpulan bahwa nantinya rumah tinggal tersebut dibagi menjadi 3 massa bangunan.

Massa pertama yaitu bangunan servis yang terdiri dari dapur, toilet, ruang cuci dan jemur, kamar tidur ART, serta terdapat ruang tamu. Konsep yang diangkat untuk massa pertama adalah modern tropis. Menggunakan bentuk massa berupa box yang diolah sedemikian rupa sehingga sesuai dengan konsep dan keinginan klien. Bagian dapur berada di sisi belakang, didesain terpisah dengan ruang tamu. Pergola dimanfaatkan sebagai zona transisi antara dapur dan ruang tamu. Selain itu fungsi pergola juga sebagai shading/pembayang dan untuk menambah estetika pada area tersebut.

Untuk massa ke-dua berupa pendopo dengan bentuk Joglo yang menonjolkan kesan tradisional. Pendopo tersebut dikelilingi kolam ikan dengan tujuan untuk menciptakan suasana alami yang dipadukan dengan penataan vegetasi. Pada bangunan joglo tersendiri terdapat beberapa unsur yang wajib ada seperti joglo pada umumnya, yaitu Tumpang Sari yang terdiri dari Tumpang Sari Dalam (3 susun) dan Tumpang Sari Luar (5 susun), selain itu terdapat pula umpak dengan sedikit ukiran. Tiang yang digunakan untuk menopang joglo memiliki ukuran 15 x 15 cm. Joglo tersebut sengaja didesain tanpa menggunakan plafond sehingga rangka atap tetap terlihat agar kesan tradisional semakin kental. Selain itu pada sisi belakang joglo ditambahkan aksen roster dengan material kayu, selain untuk menambah estetika roster tersebut juga berfungsi sebagai pembatas antara zona public dan zona privat (kolam renang) yang berada di belakangnya. Lantai joglo menggunakan jenis lantai Tegel Kunci Polos ukuran 30 x 30 cm.

Massa ke-tiga merupakan bangunan privat/family room yang berisi kamar tidur dan ruang keluarga. Berbeda dengan 2 bangunan sebelumnya, bangunan ini terdiri dari 2 lantai dengan style yang sama dengan massa pertama yaitu modern tropis dengan bentuk massa berupa box. Dengan memadukan warna putih, coklat dan warna asli batu bata expose serta batu alam jenis andesit.

Selain ketiga bangunan yang telah disebutkan, terdapat pula kolam renang yang letaknya ada di sisi belakang joglo. Kolam renang tersebut didesain dengan penataan lighting yang dapat menimbulkan kesan mewah melalui penerapan lampu sorot yang ditempel mengitari kolam tersebut.

Ada pula selasar sebagai entrance sekaligus pengarah untuk memasuki tiap-tiap bangunan yang ada. Selasar tersebut dilingkupi dengan jenis tanaman rambat Lee Kuan Yew yang dapat menimbulkan kesan natural dan rimbun pada area tersebut.



Arsigriya © 2021. Web by . All Rights Reserved