Masjid Tradisional Tropis Bapak Eddy - Madiun, Jawa Timur

Masjid Tradisional Tropis Bapak Eddy - Madiun 

Pada kesempatan kali ini kami dipercaya untuk mendesain masjid yang berlokasi di Kranggan, Madiun, Jawa Timur. Pemberi tugas pada proyek ini adalah Bapak Eddy. Masjid ini berdiri di lahan seluas 720m2 dengan kondisi lahan merupakan persawahan yang berdekatan dengan pemukiman warga. Masjid ini akan dibangun secara bertahap dan bersifat extendable ketika jamaah bertambah dengan luasan awal 80m2. kebutuhan ruang yang diinginkan oleh pemberi tugas pada tahap awal ini antara lain, ruang sholat, mihrab, ruang takmir, gudang untuk sound system dan serambi.

Kondisi site berbentuk persegi panjang yang memanjang ke arah selatan dan utara, kerena bersifat extendable posisi masjid berada di tengah-tengah site yang mana pada area kanan kiri masjid nantinya dapat dikembangkan dan dibangun fungsi-fungsi penunjang lainnya. Arah hadap masjid mengarah ke kiblat agar ruangan menjadi optimal tanpa ada pengurangan jumlah shaf.

Ruang sholat pada tahap awal berukuran 6x6 m bersifat extendable kami menerapkan modul kolom disetiap 3 meter, pada area mihrab berukuran 1.5x3m, dan area ruang takmir serta gudang masing-masing berukuran 1.5x2.8m. kemudian pada sisi samping kanan, kiri dan muka masjid digunakan untuk serambi selebar 1.3 meter. Dan Ketinggian lantai pada area sholat naik 45cm dari muka perkerasan halaman masjid.

Bentuk atap mengadopsi bentuk limas berundak yang sederhana. Pada area serambi menggunakan atap panggang pe atau atap miring yang ditutupi oleh material kayu olahan dan disangga oleh tiang besi. Pertimbangan menggunakan material tersebut untuk memudahkan pekerjaan renovasi ketika luasan area sholat bertambah.

Pallete material yang digunakan pada masijd ini cukup sederhana yaitu perpaduan antara unsur bata tempel, acian ekspose dan roster yang mana merupakan material alami yang sangat mudah didapatkan. Kami menerapkan sistem pencahayaan dan penghawaan alami, pencahayaan kami masukan melalui pintu geser yang berbahan kaca dan alumunium, kemudian untuk penghawaan alami kami masukan melalui lubang-lubang dari roster yang mana akan terjadi keluar masuk udara sehingga penerapan sistem tersebut akan mengoptimalkan pencahayaan dan penghawaan alami.

Selain bangunan utama yang didesain kami juga mencoba memikirkan dimana letak ruang wudhu dan toilet. Kami meletakan ruang-ruang tesebut menjadi 1 area di sebelah selatan bangunan masjid yang mana dengan pertimbangan saat pengembangan disisi utara masjid dapat dibangun fungsi-fungsi penunjang. Sehingga dalam site tersebut kami potong menjadi 3 zona antara lain, pada zona selatan merupakan zona servis, zona tengah merupakan fungsi utama, dan zona utara adalah fungsi penunjang.

Arsigriya © 2022. Web by . All Rights Reserved