Interior Rumah Bapak Pramana - Sleman, Yogyakarta

Interior rumah Bapak Pramana ini di desain tidak jauh berbeda dengan konsep bangunan eksterior. Terlihat pada ruang galeri yang berkonsep jawa. Ruangan pada galeri ini berbentuk bujur sangkar seperti halnya rumah joglo pada umumnya dengan empat pokok tiang (saka guru) ditengahnya dan umpak di setiap tiangnya. Lalu untuk menopang tiang tersebut dipakai tumpang sari (blandar yang di susun). Selain itu untuk lebih menonjolkan kesan jawa tidak di gunakan plafon pada ruang galeri ini serta penutup lantai yang dipilih menggunakan tegel motif, sehingga dapat menjadikan ruang galeri ini sebagai point of view ruangan.

Bersebelahan dengan ruang galeri terdapat ruang keluarga. Pada ruang keluarga ini didesain berbeda dengan ruang galeri. Desain yang di terapkan pada ruang keluarga ini yaitu konsep minimalis, terlihat dari backdrop TV dan cabinet yang berbentuk sederhana dengan pemilihan warna yang netral dan sedikit texture senada dengan tone warna yang sesuai dengan warna cabinet utama. Warna sofa dan karpet lantai pun di pilih warna-warna netral.

Ruang Keluarga ini terintegrasi langsung dengan Ruang makan serta dapur. Meja makan yang dipilih hanya meja makan dengan 4 kursi karena mengingat space ruang makan hanya kecil. Selain itu desain meja makan tersebut didesain menggunakan kaki meja yang ramping supaya menjadikan ruang makan tersebut terkesan lebih luas. Untuk dapur, pemilihan cabinet atas dapur juga tidak melulu menggunakan cabinet dapur yang tertutup. Cabinet dapur ini hanyalah ambalan yang disusun 3 keatas, bertujuan supaya menjadikan lebih luas. Cabinet tertutup hanya diterapkan pada cabinet atas dengan penambahan kaca serta cabinet bawah meja dapur. Meja mini bar di desain ramping tanpa cabinet mengingat space untuk ruang ini sangat kecil.

Ruang keluarga, ruang makan, serta dapur langsung terintegrasi dengan taman belakang yang terbuka.  Taman belakang menggunakan atap dengan material solarflat. Pemasangan solarflat tersebut berselang-seling, sehingga cahaya dan udara tetap dapat masuk ke area taman sehingga dapat menjadikan ketiga ruangan ini lebih terkesan alami.

Selain ruang keluarga, galeri bersebelahan dengan kamar utama dan kamar anak. Kamar utama ini terintegrasi dengan ruang kerja. Untuk mengakses kamar utama tersebut harus melalui ruang kerja terlebih dahulu. Ruang kerja tersebut hanya terdapat meja kerja , sofa, rak buku serta cabinet TV. Meja belajar didesain minimalis dengan penggunaan warna yang natural. Rak buku di desain terbuka tanpa penutup, karena pemilik menginginkan letak sofa tersebut tepat di samping jendela, sehingga tidak memungkinkan apabila rak buku di desain tertutup dilihat dari jarak sofa dengan rak yang terlalu dekat. Kamar Utama didesain lebih simple. Hanya terdapat King bed size, Cabinet, meja rias dan almari pakaian.  Furniture yang dipilih dominan sederhana dan warna yang natural seragam dengan ruang lainnya.

Untuk kamar anak desain  hampir sama diantara keduanya, perbedaan yang mencolok terlihat dari dinding bata yang di ekspos. Kamar anak 1 di desain menggunakan wallpaper motif bata dan bewarna putih, sedangkan untuk kamar anak 2 bata yang di ekspos merupaka bata asli bukan menggunakan wallpaper.

Kamar mandi dirumah ini didesain hampir sama, namun hanya berbeda pada motif keramiknya. Namun kamar mandi kamar utama di bedakan menjadi area basah dan area kering, sedangkan untuk kamar mandi luar serta kamar mandi kamar anak hanya didesain menjadi kamar mandi area basah saja.

Selain itu, ruang cuci jemur yang berada di belakang dapur tersebut dapat diakses melalui pintu samping yang langsung terhubung dengan area luar. Atap ruang cuci jemur dibuat transparan menggunakan material solarflat, sehingga cahaya langsung masuk kedalam ruang cuci tersebut.

 

 



Arsigriya © 2022. Web by . All Rights Reserved